Kamis, 07 Maret 2019

Artikel pendidika

Apa Pengertian Bioteknologi

    Apa itu Bioteknologi dan definisinya | Bioteknologi sederhananya adalah penggunaan teknologi kepada makhluk hidup dan menggunakan makhluk hidup sebagai teknologi.
Menurut KBBI, pengertian bioteknologi adalah pemanfaatan teknik rekayasa kepada makhluk hidup, sistem, atau proses biologis untuk menghasilkan ataupun meningkatkan potensi makhluk hidup maupun menghasilkan jasa bagi kehidupan manusia.
Sebelum terlalu jauh, perlu kita sadari bahwa terdapat dua macam bioteknologi. Pertama adalah biotenologi konvensional dan bioteknologi modern.
Pengertian bioteknologi konvensional secara lugas dapat diartikan sebagai proses yang menggunakan mikroba dan agen biologis lainnya untuk membuat berbagai produk yang dibutuhkan manusia.
Sedangkan pengertian bioteknologi modern dari Mirriam-Webster adalah manipulasi makhluk hidup (melalui teknik rekayasa gen) ataupun komponen komponennya sehingga lebih efisien dan efektif, untuk memproduksi produk khususnya produk komersial.
Pengertian bioteknologi modern yang lebih kritis adalah eksploitasi proses biologis untuk kepentingan industri dan tujuan lainnya, khususnya merekayasa genetik mikroorganisme untuk produksi produk seperti antibiotik, hormon dan banyak lagi.
Itulah diatas dua pengertian bioteknologi yaitu pengertian bioteknologi konvensional dan pengertian biologi modern.

Contoh Bioteknologi Konvensional dan Modern

Seperti dijelaskan pada definisinya, biologi konvesional memang merupakan ilmu yang sudah lama, sedangkan sekarang ini digunakan bioteknologi modern. Akan tetapi, untuk produk produk tertentu dalam kehidupan kita, masih banyak yang menggunakan bioteknologi konvensional.

Contoh Bioteknologi Konvensional

Contoh bioteknologi konvensional dapat anda temukan di rumah anda, di dapur anda bahkan di makanan anda.Contohnya berupa Yogurt yang menggunakan bakteri Streptococcus termophillus dan Lactobacillus bulgaricus. Yogurt adalah susu yang difermentasi menggunakan bakteri diatas sehingga dihasilkan susu masam yang cukup kental dinamakan yogurt.Contoh bioteknologi konvensional adalah keju. Keju juga merupakan produk dari susu. Difermentasi menggunakan bakteri Lactobacillus bulgaricus, Lactobacillus lactis, dan Propioni bacterium. Selain bakteri tersebut, banyak yang menggunakan bakteri lain untuk menghasilkan jenis jenis keju yang berbeda.
Kemudian, contoh bioteknologi konvesional adalah kecap. Kecap merupakan hasil fermentasi kedelai (pada umumnya). Kecap pada umumnya difermentasi menggunakan jenis fungi / jamur yaitu Aspergillus soyae dan Aspergillus wentii.
Selanjutnya, contoh lain bioteknologi konvensional adalah tempe. Tempe termasuk produk bioteknologi yang menggunakan kedelai. Tempe diolah menggunakan jamur / fungi Rhizopus oligosporus dan Rhizopous stolonifer.
Kalian tau, mentega juga termasuk contoh produk bioteknolog konvensional. Mentega dihasilkan menggunakan bakteri streptococcus lactis dan susu sebagai bahan utama.
   Tape tape. Ini merupakan cemilan saya waktu kecil. Tape juga merupakan contoh produk bioteknologi konvensional. Diproduksi menggunakan bahan utama ubi kayu yang sudah dimasak dan jamur / fungi Saccharomyces cereviseae
Oncom juga merupakan produk bioteknologi konvensional. Oncom diolah menggunakan jamur Neurospora crassa.

Contoh Bioteknologi Modern

Bioteknologi modern akan sering anda jumpai apabila anda tinggal di pedesaan ataupun di negara tertinggal dan berkembang. Bioteknologi modern memang membutuhkan biaya awal yang besar untuk mewujudkannya.
Akan tetapi, dalam skala industri, bioteknologi modern adalah kuncinya.
Contoh bioteknologi modern seperti kultur jaringan pada hewan dan kultur jaringan pada tumbuhan. Ini merupakan teknik perbanyakan yang paling efektif dan efisien untuk skala besar karena dapat memperbanyak bibit dari satu individu tumbuhan yang sangat unggul. Bahkan satu daunnya dapat diperbanyak menjadi 10 ribu tumbuhan.
Contoh produk bioteknologi modern adalah Pengobatan insulin bagi penderita diabetes melitus. Dulu seseorang harus mengorbankan banyak hewan untuk diambil insulinnya yang kemudian dimasukkan kedalam tubuh penderita diabetes
Sekarang, setelah ditemukannya teknik rekayasa gen, bioteknologi menjadi modern. Bakteri E.coli ditanami gen penghasil insulin pada plasmidnya. Sehingga setiap E. coli tersebut membelah, maka insulin tersebut akan bertambah banyak.
Selanjutnya, contoh produk bioteknologi modern adalah pertanian yang dimodifikasi genetik. Contohnya pada kapas tahan hama sehingga produksi kapas tidak terganggu. Kapas tersebut dimodifikasi secara genetik sehingga dalam tubuhnya atau sel selnya mengandung protein yang tidak disukai oleh hama serangga yang sering merusak ladang kapas. Dan banyak tumbuhan lain yang sekarang sudah dimodifikasi untuk produksi massal yang efektif.
Kemudian, contoh bioteknologi modern adalah teknik bayi tabung. Ini merupakan jawaban bagi orang tua yang kesulitan memiliki anak
Selanjutnya adalah teknik cloning. Teknik ini sebenarnya sama dengan kultur jaringan, akan tetapi lebih spesifik pada hewan. Dengan adanya teknik cloning, kita dapat memperbanyak diri sendiri. Akan tetapi tentu saja itu melanggar kode etik.
Contoh bioteknologi modern kloning domba dolly.Masih banyak lagi contoh produk bioteknologi modern, kalian tinggal search saja di google menggunakan keyword “latest biotecnology”.
Atau dengan keyword seperti ini bioteknologi yang dapat digunakan untuk melestarikan tanaman langka  bioteknologi yakult bioteknologi yang menggunakan mikroorganisme secara langsung adalah bioteknologi yang menerapkan teknik rekayasa genetika disebut bioteknologi bioteknologi yang dapat meningkatkan produksi pangan
bioteknologi yang dapat digunakan untuk membantu penderita diabetes mellitus adalah bioteknologi yang dapat meningkatkan produk pangan adalah bioteknologi yoghurt bioteknologi yang berperan dalam perbaikan kualitas lingkungan adalah

Senin, 18 Februari 2019



EKOSISTEM



A.    Pengertian Ekosistem

            Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk karena adanya hubungan timbal balik yang tak terpisahkan antara mahluk hidup dengan lingkungan fisik di sekitarnya. Pada suatu ekosistem, setiap mahluk hidup dalam komunitas berkembang secara bersama-sama dengan lingkungan fisik sebagai suatu sistem. Artinya, mahluk hidup akan beradaptasi dengan lingkungannya, dan sebaliknya mahluk hidup juga akan mempengaruhi lingkungannya untuk keperluan hidup.

B.     Komponen Ekosistem

            Pada dasarnya suatu ekosistem dibentuk oleh komponen-komponen biotik dan abiotik sehingga menjadi satu kesatuan. Mengacu pada pengertian ekosistem di atas, adapun komponen-komponen ekosistem adalah sebagai berikut:

1.      Komponen Biotik

      Komponen biotik adalah sesuatu yang hidup (organisme) di dalam ekosistem dan mengatur suatu ekosistem selain komponen abiotik. Komponen biotik ini terdiri dari beberapa macam, yaitu :

a.       Produsen, yaitu mahluk hidup atau organisme yang memiliki kemampuan untuk memproduksi makanan sendiri melalui proses fotosintesis. Beberapa organisme yang termasuk dalam kelompok produsen diantaranya; tumbuhan hijau, tumbuhan lain yang mempunyai klorofil.

b.      Konsumen (heterotrof), yaitu organisme yang memakan berbagai bahan organik yang dihasilkan oleh organisme lainnya. Komponen konsumen disebut juga dengan konsumen makro (fagotrof) karena mengonsumsi makanan yang berukuran lebih kecil. Beberapa yang termasuk dalam konsumen; manusia, hewan, jamur, mikroba.

c.       Pengurai (dekomposer), yaitu organisme yang memiliki peran sebagai pengurai berbagai bahan organis yang berasal dari organisme lain yang telah mati ataupun sisa pencernaan.

d.      Penghancur (detivritor), yaitu organisme yang dapat menghancurkan bahan-bahan organik yang berasal dari sisa-sisa organisme lainnya yang telah mati.

2.      Komponen Abiotik

      Komponen abiotik adalah komponen fisik dan kimia yang berperan sebagai medium atau substrat tempat berlangsungnya kehidupan organisme. Komponen abiotik ini terdiri dari senyawa organik, anorganik, dan berbagai faktor yang mempengaruhi distribusi organisme, seperti :

a.         Suhu, yaitu suatu proses biologis yang mempengaruhi suhu tubuh organisme. Misalnya mamalia dan unggas yang membutuhkan energi untuk mengatur suhu tubuhnya.

b.        Air, yaitu komponen kimia yang dibutuhkan setiap organisme untuk bertahan hidup.

c.         Garam, yaitu komponen kimia yang dapat mempengaruhi kesetimbangan air dalam organisme melalui proses osmosis sehingga dapat beradaptasi dengan lingkungannya.

d.        Cahaya Matahari, yaitu komponen kimia yang dibutuhkan organisme untuk melakukan fotosintesis.

e.         Tanah dan Batu, yaitu komponen fisik yang digunakan oleh organisme sebagai tempat tinggal dan berkembang biak.

f.         Iklim, yaitu kondisi cuaca pada suatu daerah dalam waktu yang cukup lama.